Fenomena Doomscrolling dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental Remaja

Waspadai fenomena doomscrolling yang mengintai remaja karena kecanduan berita negatif ini tentunya akan memicu gangguan kecemasan hingga depresi berat.

Claudia123
Claudia123 Verified Media or Organization • 23 May, 2026 Editor
May 27, 2026 • 7:25 PM  2  0
N
Netizen
BREAKING
Claudia123
3 hours ago
Fenomena Doomscrolling dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental Remaja
Waspadai fenomena doomscrolling yang mengintai remaja karena kecanduan berita negatif ini tentunya akan memicu gangguan kecemasan hingga depresi berat.
Full Story: https://www.netizen.or.id/s/ec5bf6
https://www.netizen.or.id/s/ec5bf6
Copied
Fenomena Doomscrolling dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental Remaja

Perkembangan media sosial telah mengubah cara remaja mendapatkan informasi dan berinteraksi. Berbagai platform digital memungkinkan pengguna mengakses berita, hiburan, hingga tren terbaru hanya dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul fenomena yang sering dialami generasi muda, yaitu doomscrolling. Istilah ini merujuk pada kebiasaan terus-menerus menggulir layar untuk membaca berita negatif atau konten yang memicu kecemasan tanpa henti.

Banyak remaja tidak menyadari kebiasaan ini juga dapat berdampak terhadap kesehatan mental. Paparan informasi negatif akan membuat pikiran sulit untuk beristirahat dan memicu stres. Jika dibiarkan, doomscrolling dapat memengaruhi kualitas hidup, pola tidur, hingga hubungan sosial.

Apa Itu Doomscrolling?

Doomscrolling ini sendiri adalah sebuah kebiasaan mengonsumsi berita atau konten negatif secara berlebihan melalui media sosial maupun internet. Aktivitas ini biasanya dilakukan tanpa sadar, terutama saat seseorang merasa penasaran, cemas, atau takut tertinggal informasi terbaru. Fenomena ini semakin meningkat sejak maraknya penggunaan smartphone dan media sosial.

Algoritma platform digital dirancang untuk terus menampilkan konten yang menarik perhatian, termasuk berita sensasional, konflik, atau isu yang memancing emosi. Akibatnya, remaja bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat informasi yang membuat mereka tertekan.

Mengapa Remaja Rentan Mengalami Doomscrolling?

Remaja merupakan kelompok yang sangat aktif di media sosial. Pada usia ini, rasa ingin tahu dan kebutuhan untuk selalu terhubung dengan lingkungan sosial sangat tinggi. Mereka cenderung ingin mengetahui semua hal yang sedang viral atau ramai dibicarakan. Selain itu, tekanan sosial juga berperan besar. Banyak remaja merasa takut tertinggal informasi atau tidak dianggap mengikuti perkembangan zaman jika tidak aktif di media sosial.

Kondisi ini membuat mereka terus memeriksa ponsel, bahkan hingga larut malam. Kurangnya kemampuan menyaring informasi juga menjadi faktor penyebab. Tidak semua remaja mampu membedakan berita valid dan konten yang hanya bertujuan memancing emosi. Akibatnya, mereka mudah terjebak dalam arus informasi negatif yang terus berulang.

Dampak Doomscrolling Terhadap Kesehatan Mental

Paparan berita negatif secara terus-menerus dapat meningkatkan rasa cemas dan stres. Remaja yang terlalu sering melakukan doomscrolling cenderung merasa dunia penuh ancaman dan ketidakpastian. Hal ini dapat memicu overthinking serta membuat suasana hati menjadi buruk.

Selain kecemasan, doomscrolling juga berhubungan dengan gangguan tidur. Banyak remaja menggunakan media sosial sebelum tidur, sehingga otak tetap aktif menerima rangsangan emosional. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tubuh sulit beristirahat secara optimal.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat memicu kelelahan mental dan menurunkan produktivitas. Remaja menjadi sulit fokus belajar, mudah kehilangan motivasi, dan lebih sensitif secara emosional. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko depresi.

Pengaruh terhadap Kehidupan Sosial Remaja

Doomscrolling tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi memengaruhi hubungan sosial. Remaja yang sibuk dengan media sosial cenderung mengurangi interaksi dengan keluarga maupun teman. Mereka bisa menjadi lebih tertutup dan sulit menikmati aktivitas di dunia nyata. Bahkan, sebagian remaja lebih nyaman berada di depan layar. Kebiasaan ini dapat menurunkan kemampuan sosial dan membuat mereka merasa kesepian meski selalu terhubung secara online.

Cara Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling

Mengatasi doomscrolling membutuhkan kesadaran dan pengendalian diri dalam menggunakan media sosial. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membatasi waktu penggunaan smartphone setiap hari. Remaja juga menghindari membuka media sosial sebelum tidur atau saat baru bangun pagi. Selain itu, penting untuk mengikuti akun yang memberikan konten positif. Mengurangi paparan berita sensasional tentu bisa membantu menjaga kondisi mental tetap stabil.

Aktivitas lain yang sangat bermanfaat seperti olahraga, membaca buku, atau berkumpul dengan teman juga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada media sosial. Dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar juga sangat penting. Komunikasi yang baik dapat membantu remaja agar jauh lebih terbuka mengenai perasaan dan tekanan yang mereka alami.

Kesimpulan

Fenomena doomscrolling tentunya telah menjadi tantangan baru di era digital, terutama bagi remaja yang sangat dekat dengan media sosial. Kebiasaan mengonsumsi konten negatif secara berlebihan dapat memicu kecemasan, stres, hingga gangguan kesehatan mental lainnya.

Karena itu, penting bagi remaja untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan dunia nyata. Dengan penggunaan media sosial yang sehat, kesehatan mental dapat tetap terjaga di tengah derasnya arus informasi modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0

Claudia123 Verified Media or Organization • 23 May, 2026 Editor

amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu