Cara Membedakan Link Asli dan Link Palsu yang Dikirim via WhatsApp

Pelajarilah cara terbaik untuk membedakan link asli dan link palsu di WhatsApp untuk menghindari penipuan, phishing, dan pencurian data.

Claudia123
Claudia123 Verified Media or Organization • 23 May, 2026 Editor
Jun 2, 2026 • 8:31 PM  1  0
N
Netizen
BREAKING
Claudia123
60 minutes ago
Cara Membedakan Link Asli dan Link Palsu yang Dikirim via WhatsApp
Pelajarilah cara terbaik untuk membedakan link asli dan link palsu di WhatsApp untuk menghindari penipuan, phishing, dan pencurian data.
Full Story: https://www.netizen.or.id/s/38b6a3
https://www.netizen.or.id/s/38b6a3
Copied
Cara Membedakan Link Asli dan Link Palsu yang Dikirim via WhatsApp

WhatsApp menjadi salah satu aplikasi komunikasi yang paling banyak digunakan saat ini. Selain untuk bertukar pesan, platform ini juga sering digunakan untuk berbagi informasi melalui tautan atau link. Sayangnya, kemudahan tersebut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan link palsu yang bertujuan mencuri data, akun, atau informasi keuangan pengguna.

Ada banyak sekali korban yang tertipu karena link palsu seringkali dibuat menyerupai situs resmi perusahaan, perbankan, marketplace, atau bahkan layanan digital populer. Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi setiap pengguna untuk mengetahui cara membedakan link asli dan link palsu yang dikirim langsung melalui WhatsApp agar terhindar dari berbagai risiko penipuan online.

Periksa Alamat Domain dengan Teliti

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan memeriksa alamat domain pada link yang diterima. Domain ini sendiri merupakan nama utama sebuah situs web, seperti contoh.com atau perusahaan.co.id. Pelaku penipuan sering membuat domain yang mirip dengan situs resmi, misalnya menggunakan tambahan angka, huruf, atau karakter tertentu yang sulit dikenali sekilas.

Sebagai contoh, situs resmi mungkin menggunakan nama perusahaan.com, sementara link palsu menggunakan perusahaan-login.com atau perusahaan123.com. Sebelum mengklik tautan, baca alamat domain secara menyeluruh dan pastikan telah sesuai dengan situs resmi yang dikenal.

Waspadai Link yang Menggunakan URL Pendek

Saat ini banyak layanan pemendek URL yang digunakan untuk membuat link menjadi lebih ringkas. Meskipun tidak semua URL pendek berbahaya, pengguna tetap perlu berhati-hati karena alamat tujuan sebenarnya tidak terlihat secara langsung. Pelaku phishing sering memanfaatkan URL pendek untuk menyembunyikan situs berbahaya yang akan dibuka oleh korban. Jika menerima link pendek dari sumber yang tidak jelas, hindari mengklik sebelum memastikan link tersebut aman.

Perhatikan Pesan yang Terlalu Mendesak

Link palsu disertai pesan yang membuat penerima panik atau terburu-buru. Contohnya adalah pemberitahuan akun akan diblokir, hadiah undian yang harus segera diklaim, atau informasi transaksi mencurigakan yang memerlukan tindakan cepat. Teknik ini dikenal social engineering, yaitu upaya memanipulasi emosi korban agar tidak berpikir kritis. Jika menerima pesan yang memaksa Anda mengklik link tertentu, luangkanlah waktu untuk memverifikasi informasi tersebut.

Cek Identitas Pengirim

Meskipun pesan berasal dari kontak yang dikenal, bukan berarti link tersebut aman. Akun WhatsApp teman atau keluarga bisa saja diretas dan digunakan untuk menyebarkan tautan. Jika menerima link yang mencurigakan dari seseorang yang dikenal, cobalah menghubungi pengirim melalui telepon atau pesan terpisah untuk memastikan bahwa mereka benar-benar mengirimkan tautan tersebut. Langkah sederhana ini dapat membantu menghindari banyak kasus penipuan.

Pastikan Situs Menggunakan Protokol HTTPS

Sebelum memasukkan data pribadi pada sebuah situs, maka periksalah terlebih dahulu apakah alamat website menggunakan protokol HTTPS. Tanda ini biasanya ditunjukkan dengan ikon gembok pada bilah alamat browser. HTTPS menunjukkan bahwa data yang dikirim antara pengguna dan situs dienkripsi. Meskipun keberadaan HTTPS tidak menjamin situs sepenuhnya aman, situs tanpa HTTPS patut dicurigai karena memiliki tingkat keamanan yang lebih rendah.

Hindari Memasukkan Data Sensitif Sembarangan

Salah satu tujuan utama link palsu adalah mencuri informasi penting seperti kata sandi, kode OTP, nomor kartu, atau data perbankan. Oleh karena itu, jangan pernah memasukkan informasi sensitif hanya karena diminta melalui sebuah tautan yang diterima di WhatsApp. Lembaga resmi umumnya tidak meminta data rahasia melalui pesan instan. Jika Anda masih ragu, maka segera kunjungi situs resmi secara langsung melalui browser atau aplikasi resmi yang terpasang di perangkat.

Gunakan Fitur Keamanan Tambahan

Untuk meningkatkan perlindungan secara signifikan, maka segera aktifkan fitur keamanan seperti verifikasi dua langkah pada WhatsApp dan akun digital lainnya. Selain itu, gunakan juga aplikasi keamanan yang mampu mendeteksi situs phishing dan aktivitas mencurigakan. Pembaruan sistem operasi serta aplikasi secara rutin tentunya akan sangat penting sekali untuk dilakukan agar perangkat terlindungi dari celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0

Claudia123 Verified Media or Organization • 23 May, 2026 Editor

amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu