Pekanbaru, Netizen.or.id — Konsep integrasi sapi dan kelapa sawit (Siska) kembali jadi sorotan dalam forum internasional The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP) 2026 yang digelar di Hotel Pangeran, Rabu (8/4).
Konferensi yang berlangsung selama 8–9 April 2026 ini mengangkat tema *“Enhancing Food Security through Regenerative Agriculture in Integrated Cattle–Oil Palm Systems”* dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri.
Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Nahrowi, Maja Slingerland, Mohd Azid Kabul, serta perwakilan pemerintah seperti Syahrial Abdi dan Tri Melasari.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Centras IPB University bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Gapensiska, serta Wageningen University & Research.
Ketua panitia, Arifin Budiman Nugraha, mengatakan ICOP menjadi wadah strategis untuk menyatukan berbagai perspektif dalam menghadapi tantangan pertanian berkelanjutan, khususnya melalui integrasi ternak dan kelapa sawit.
“Konferensi ini diharapkan mendorong kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk memperkuat sistem peternakan dan perkebunan terpadu,” ujarnya.
Potensi Besar Siska di Riau
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menilai provinsinya memiliki potensi besar dalam pengembangan Siska. Dengan luasnya perkebunan sawit, integrasi dengan peternakan sapi dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi lahan.
“Pendekatan ini juga bisa menjawab tantangan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong model ini melalui kebijakan, kemitraan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dukung Swasembada Daging
Dari sisi pemerintah pusat, Tri Melasari menyebut integrasi sapi dan sawit menjadi bagian penting dalam upaya mencapai swasembada daging sapi berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan peternakan tidak hanya soal peningkatan populasi, tetapi juga harus didukung sistem produksi yang efisien dan berbasis sumber daya lokal.
“Integrasi ini sangat relevan dan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya secara terintegrasi.
“Indonesia memiliki sumber daya besar, yang dibutuhkan adalah pengelolaan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui ICOP 2026, para pemangku kepentingan berharap model integrasi sapi dan kelapa sawit dapat semakin diadopsi secara luas, tidak hanya di Riau, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.